Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini


Selasa, 11 Desember 2018

TUTUP RUANG PEREDARAN NARKOBA, BNNP PAPUA BARAT SAMBANGI PULUHAN WARGA DI KELURAHAN KAIMANA KOTA

Keluarga adalah benteng utama untuk mencegah anak – anak dari masalah narkoba. Keluarga yang sejahtera dengan penuh kasih sayang sudah melaksanakan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, Seluruh keluarga dapat menjadi tameng utama dalam mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba dan juga sebagai perpanjangan tangan BNNP Papua Barat dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kabupaten Kaimana. Keluarga dan Masyarakat dapat melaporkan ke BNNP Papua Barat jika ada yang mencurigakan dalam penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Kabupaten Kaimana.Keluarga adalah benteng utama untuk mencegah anak – anak dari masalah narkoba. Keluarga yang sejahtera dengan penuh kasih sayang sudah melaksanakan pencegahan penyalahgunaan narkoba sehingga dapat menjadi tameng utama dalam mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba dan juga sebagai perpanjangan tangan BNNP Papua Barat dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kabupaten Kaimana. Keluarga dan Masyarakat dapat melaporkan ke BNNP Papua Barat jika ada yang mencurigakan dalam penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, di Kabupaten Kaimana. Hal tersebut disampaikan oleh saat kegiatan Diseminasi Informasi P4GN Melalui Media Konvensional Tatap Muka Keluarga bertempat di Distrik Kaimana Kota Kabupaten Kaimana, BNNP Papua Barat Bidang Pencegahan melaksanakan kegiatan Diseminasi Informasi P4GN melalui Pemanfaatan Media Konvensional Tatap Muka Kepada Keluarga dengan jumlah peserta 40 orang dari Tokoh Masyarakat, Tokoh Perempuan, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Wakapolres Kaimana, Perwakilan Dandim 1713 Kaimana dan Tokoh Pemuda. Kegiatan dibuka oleh Kepala BNNP Papua Barat. Dalam sambutannya, Kepala BNNP Papua Barat menyampaikan bahwa Indonesia tidak lagi sebagai daerah transit, tapi sudah menjadi wilayah pemasaran. Maraknya kasus narkoba membuat sebagian besar masyarakat cemas. Terlebih saat ini Indonesia sudah dikatakan sebagai salah satu negara yang darurat akan peredaran Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif (NAPZA). Sehingga, Kepala BNNP mengajak semua pihak untuk bersama-sama memberantas narkoba karena tidak mungkin dikerjakan sendiri oleh BNN, dibutuhkan dukungan dari seluruh stakeholder. Baik itu pemerintah, instansi swasta, maupun masyarakat.


Selasa, 11 Desember 2018

123123123123

Badan Narkotika Nasional (BNN) dan PT Pindad (Persero) menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), di Grha Pindad, Bandung, Jawa Barat, pada Senin (19/11).Penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan oleh Kepala BNN, Drs. Heru Winarko, S.H., dan Direktur Utama PT Pindad (Persero), Abraham Mose, ini menyepakati beberapa hal terkait program pencegahan dan pemberantasan narkotika, salah satunya adalah pemanfaatan produk PT Pindad (Persero) dalam hal pengadaan alat dan peralatan keamanan untuk mendukung kegiatan pencegahan dan pemberantasan narkotika.PT Pindad (Persero) akan mendukung kebutuhan persenjataan dan amunisi BNN dalam upaya memberantas kejahatan narkotika.Kepala BNN menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk sinergitas antara BNN dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam komitmennya "Hadir untuk Negeri" khususnya berpartisipasi dalam menyelamatkan anak bangsa dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.Sementara itu, Abraham Mose berharap kerja sama ini juga dapat memberikan edukasi tentang Narkoba dan bahaya penyalahgunaannya kepada seluruh karyawan PT Pindad (Persero). Ia berharap informasi dan pengetahuan yang diberikan oleh BNN nantinya tidak hanya berguna bagi karyawan PT Pindad (Persero) semata tetapi juga bagi keluarga masing-masing sehingga terhindar dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika."Selain untuk karyawan PT Pindad (Persero) yang berjumlah 4.000 orang, pemahaman tentang Narkoba ini juga untuk keluarga masing-masing sehingga dapat mencegah terjadinya penyalahgunaan Narkoba", ujar Abraham.Kerja sama ini diharapkan mampu menginisiasi instansi lainnya untuk dapat berpartisipasi dalam upaya P4GN yang membutuhkan kerja sama dari seluruh elemen bangsa.HUMAS BNN


Selasa, 11 Desember 2018

TUTUP RUANG PEREDARAN NARKOBA, BNNP PAPUA BARAT SAMBANGI PULUHAN WARGA DI KELURAHAN KAIMANA KOTA

Keluarga adalah benteng utama untuk mencegah anak – anak dari masalah narkoba. Keluarga yang sejahtera dengan penuh kasih sayang sudah melaksanakan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, Seluruh keluarga dapat menjadi tameng utama dalam mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba dan juga sebagai perpanjangan tangan BNNP Papua Barat dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kabupaten Kaimana. Keluarga dan Masyarakat dapat melaporkan ke BNNP Papua Barat jika ada yang mencurigakan dalam penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Kabupaten Kaimana.Keluarga adalah benteng utama untuk mencegah anak – anak dari masalah narkoba. Keluarga yang sejahtera dengan penuh kasih sayang sudah melaksanakan pencegahan penyalahgunaan narkoba sehingga dapat menjadi tameng utama dalam mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba dan juga sebagai perpanjangan tangan BNNP Papua Barat dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kabupaten Kaimana. Keluarga dan Masyarakat dapat melaporkan ke BNNP Papua Barat jika ada yang mencurigakan dalam penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, di Kabupaten Kaimana. Hal tersebut disampaikan oleh saat kegiatan Diseminasi Informasi P4GN Melalui Media Konvensional Tatap Muka Keluarga bertempat di Distrik Kaimana Kota Kabupaten Kaimana, BNNP Papua Barat Bidang Pencegahan melaksanakan kegiatan Diseminasi Informasi P4GN melalui Pemanfaatan Media Konvensional Tatap Muka Kepada Keluarga dengan jumlah peserta 40 orang dari Tokoh Masyarakat, Tokoh Perempuan, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Wakapolres Kaimana, Perwakilan Dandim 1713 Kaimana dan Tokoh Pemuda. Kegiatan dibuka oleh Kepala BNNP Papua Barat. Dalam sambutannya, Kepala BNNP Papua Barat menyampaikan bahwa Indonesia tidak lagi sebagai daerah transit, tapi sudah menjadi wilayah pemasaran. Maraknya kasus narkoba membuat sebagian besar masyarakat cemas. Terlebih saat ini Indonesia sudah dikatakan sebagai salah satu negara yang darurat akan peredaran Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif (NAPZA). Sehingga, Kepala BNNP mengajak semua pihak untuk bersama-sama memberantas narkoba karena tidak mungkin dikerjakan sendiri oleh BNN, dibutuhkan dukungan dari seluruh stakeholder. Baik itu pemerintah, instansi swasta, maupun masyarakat.


Selasa, 11 Desember 2018

123123123123

Badan Narkotika Nasional (BNN) dan PT Pindad (Persero) menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), di Grha Pindad, Bandung, Jawa Barat, pada Senin (19/11).Penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan oleh Kepala BNN, Drs. Heru Winarko, S.H., dan Direktur Utama PT Pindad (Persero), Abraham Mose, ini menyepakati beberapa hal terkait program pencegahan dan pemberantasan narkotika, salah satunya adalah pemanfaatan produk PT Pindad (Persero) dalam hal pengadaan alat dan peralatan keamanan untuk mendukung kegiatan pencegahan dan pemberantasan narkotika.PT Pindad (Persero) akan mendukung kebutuhan persenjataan dan amunisi BNN dalam upaya memberantas kejahatan narkotika.Kepala BNN menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk sinergitas antara BNN dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam komitmennya "Hadir untuk Negeri" khususnya berpartisipasi dalam menyelamatkan anak bangsa dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.Sementara itu, Abraham Mose berharap kerja sama ini juga dapat memberikan edukasi tentang Narkoba dan bahaya penyalahgunaannya kepada seluruh karyawan PT Pindad (Persero). Ia berharap informasi dan pengetahuan yang diberikan oleh BNN nantinya tidak hanya berguna bagi karyawan PT Pindad (Persero) semata tetapi juga bagi keluarga masing-masing sehingga terhindar dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika."Selain untuk karyawan PT Pindad (Persero) yang berjumlah 4.000 orang, pemahaman tentang Narkoba ini juga untuk keluarga masing-masing sehingga dapat mencegah terjadinya penyalahgunaan Narkoba", ujar Abraham.Kerja sama ini diharapkan mampu menginisiasi instansi lainnya untuk dapat berpartisipasi dalam upaya P4GN yang membutuhkan kerja sama dari seluruh elemen bangsa.HUMAS BNN


Terkini


Selasa, 11 Desember 2018

Kegiatan Sosialisasi P4GN dan Tes Urine bagi Anggota Bakengdam XVIII Kasuari

Selasa 17 April 2018 di Kantor Bakengdam XVIII Kasuari, BNNP Papua Barat berkesempatan memberikan materi tentang Narkoba, Permasalahannya dan Upaya Pencegahannya dengan Narasumber Drg. Indah Perwitasari, S.Kg (Kabid P2M BNNP Papua Barat) Kegiatan diawali dengan sambutan dari Komandan Bakengdam (Soliq). Dalam sambutannya Bakengdam menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan atas dasar perintah dari Panglima TNI untuk melakukan sosialisasi tentang Narkoba dan juga pemeriksaan urine guna mengetahui kondisi riil para anggota, jika ada yang positif akan diproses hukum dan sanksinya akan dipecat melalui pengadilan militer. Kegiatan diDilanjutkan dengan penyampaian materi dari Kabid P2M BNNP Papua Barat. Dalam pemaparan materi tersebut, narasumber menjelaskan tentang narkotika, jenis – jenis narkotika dan dampak buruk yang terjadi apabila menyalahgunakan narkotika dan modus-modus operandi tindak pidana narkotika. Usai Sosialisasi P4GN dilanjutkan dengan pengambilan dan pemeriksaan sampel urine sebagai screning awal terhadap 28 orang Staf Bakengdam XVIII Kasuari. Dari hasil pemeriksaan tersebut, tidak ada indikasi penyalahgunaan narkotika. Dengan adanya sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Bakengdam XVIII/ Kasuari diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada seluruh Prajurit di Satuan jajaran Deninteldam XVIII/Kasuari tentang dampak negatif dari penyalahgunaan Narkoba serta bagaimana cara mencegah dan menghindarinya.


Selasa, 11 Desember 2018

123123123 123123123 123123132

Badan Narkotika Nasional (BNN) dan PT Pindad (Persero) menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), di Grha Pindad, Bandung, Jawa Barat, pada Senin (19/11).Penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan oleh Kepala BNN, Drs. Heru Winarko, S.H., dan Direktur Utama PT Pindad (Persero), Abraham Mose, ini menyepakati beberapa hal terkait program pencegahan dan pemberantasan narkotika, salah satunya adalah pemanfaatan produk PT Pindad (Persero) dalam hal pengadaan alat dan peralatan keamanan untuk mendukung kegiatan pencegahan dan pemberantasan narkotika.PT Pindad (Persero) akan mendukung kebutuhan persenjataan dan amunisi BNN dalam upaya memberantas kejahatan narkotika.Kepala BNN menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk sinergitas antara BNN dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam komitmennya "Hadir untuk Negeri" khususnya berpartisipasi dalam menyelamatkan anak bangsa dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.Sementara itu, Abraham Mose berharap kerja sama ini juga dapat memberikan edukasi tentang Narkoba dan bahaya penyalahgunaannya kepada seluruh karyawan PT Pindad (Persero). Ia berharap informasi dan pengetahuan yang diberikan oleh BNN nantinya tidak hanya berguna bagi karyawan PT Pindad (Persero) semata tetapi juga bagi keluarga masing-masing sehingga terhindar dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika."Selain untuk karyawan PT Pindad (Persero) yang berjumlah 4.000 orang, pemahaman tentang Narkoba ini juga untuk keluarga masing-masing sehingga dapat mencegah terjadinya penyalahgunaan Narkoba", ujar Abraham.Kerja sama ini diharapkan mampu menginisiasi instansi lainnya untuk dapat berpartisipasi dalam upaya P4GN yang membutuhkan kerja sama dari seluruh elemen bangsa.HUMAS BNN


Selasa, 11 Desember 2018

123123123 123123123 123123132

Badan Narkotika Nasional (BNN) dan PT Pindad (Persero) menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), di Grha Pindad, Bandung, Jawa Barat, pada Senin (19/11).Penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan oleh Kepala BNN, Drs. Heru Winarko, S.H., dan Direktur Utama PT Pindad (Persero), Abraham Mose, ini menyepakati beberapa hal terkait program pencegahan dan pemberantasan narkotika, salah satunya adalah pemanfaatan produk PT Pindad (Persero) dalam hal pengadaan alat dan peralatan keamanan untuk mendukung kegiatan pencegahan dan pemberantasan narkotika.PT Pindad (Persero) akan mendukung kebutuhan persenjataan dan amunisi BNN dalam upaya memberantas kejahatan narkotika.Kepala BNN menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk sinergitas antara BNN dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam komitmennya "Hadir untuk Negeri" khususnya berpartisipasi dalam menyelamatkan anak bangsa dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.Sementara itu, Abraham Mose berharap kerja sama ini juga dapat memberikan edukasi tentang Narkoba dan bahaya penyalahgunaannya kepada seluruh karyawan PT Pindad (Persero). Ia berharap informasi dan pengetahuan yang diberikan oleh BNN nantinya tidak hanya berguna bagi karyawan PT Pindad (Persero) semata tetapi juga bagi keluarga masing-masing sehingga terhindar dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika."Selain untuk karyawan PT Pindad (Persero) yang berjumlah 4.000 orang, pemahaman tentang Narkoba ini juga untuk keluarga masing-masing sehingga dapat mencegah terjadinya penyalahgunaan Narkoba", ujar Abraham.Kerja sama ini diharapkan mampu menginisiasi instansi lainnya untuk dapat berpartisipasi dalam upaya P4GN yang membutuhkan kerja sama dari seluruh elemen bangsa.HUMAS BNN


Selasa, 11 Desember 2018

Kegiatan Sosialisasi P4GN dan Tes Urine bagi Anggota Bakengdam XVIII Kasuari

Selasa 17 April 2018 di Kantor Bakengdam XVIII Kasuari, BNNP Papua Barat berkesempatan memberikan materi tentang Narkoba, Permasalahannya dan Upaya Pencegahannya dengan Narasumber Drg. Indah Perwitasari, S.Kg (Kabid P2M BNNP Papua Barat) Kegiatan diawali dengan sambutan dari Komandan Bakengdam (Soliq). Dalam sambutannya Bakengdam menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan atas dasar perintah dari Panglima TNI untuk melakukan sosialisasi tentang Narkoba dan juga pemeriksaan urine guna mengetahui kondisi riil para anggota, jika ada yang positif akan diproses hukum dan sanksinya akan dipecat melalui pengadilan militer. Kegiatan diDilanjutkan dengan penyampaian materi dari Kabid P2M BNNP Papua Barat. Dalam pemaparan materi tersebut, narasumber menjelaskan tentang narkotika, jenis – jenis narkotika dan dampak buruk yang terjadi apabila menyalahgunakan narkotika dan modus-modus operandi tindak pidana narkotika. Usai Sosialisasi P4GN dilanjutkan dengan pengambilan dan pemeriksaan sampel urine sebagai screning awal terhadap 28 orang Staf Bakengdam XVIII Kasuari. Dari hasil pemeriksaan tersebut, tidak ada indikasi penyalahgunaan narkotika. Dengan adanya sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Bakengdam XVIII/ Kasuari diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada seluruh Prajurit di Satuan jajaran Deninteldam XVIII/Kasuari tentang dampak negatif dari penyalahgunaan Narkoba serta bagaimana cara mencegah dan menghindarinya.


Selasa, 11 Desember 2018

Rapat Kerja Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba bersama Instansi Pemerintah di Kota Sorong

Pada hari Kamis tanggal 08 Maret 2018 pukul 10.00 Wit bertempat di Belagri Hotel Kota Sorong BNNP Papua Barat Bidang Dayamas melaksanakan kegiatan Rapat Kerja Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba bersama Instansi Pemerintah dengan jumlah peserta kegiatan 40 orang perwakilan dari Instansi Pemerintah, antara lain Sekretariat DPRD Kota Sorong, Dinas Sosial Kota Sorong, Kesbangpol Kota Sorong, Dinas Kesehatan Kota Sorong, Dinas Pendidikan Kota Sorong, Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Anak, Dinas Tenaga Kerja Kota Sorong, BKKBN Kota Sorong, Kantor Agama Kota Sorong, Lapas Kls IIB Kota Sorong, Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan, Kantor Otoritas Bandara, RRI Sorong, Kelurahan Klabala, Kelurahan Klademak, RSUD Kota Sorong, Biro Pemerintahan Kota Sorong, Kantor Imigrasi Kota Sorong, Puskesmas Kota Sorong.
Kegiatan dibuka oleh Asisten 1 Pemerintah Kota Sorong (Ismail Latuconsina, S.Sos). Dalam sambutannya Beliau mengatakan bahwa dalam memerangi Narkoba kita tidak boleh mengandalkan BNN saja tetapi semua masyarakat harus turut berpartisipasi dalam memberantas Peredaran gelap dan Penyalahgunaan Narkoba dengan diawali dari lingkungan keluarga dan lingkungan kerja dan dilanjutkan dengan pemaparan materi Implementasi Permendagri No. 21 Tahun 2013 Tentang Fasilitasi P4GN Di Lingkungan Pemerintah. Narasumber kedua Drg. Indah Perwitasari, S.Kg (Kabid P2M) dengan materi Kebijakan Srategis Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya P4GN di Lingkungan Pemerintah dan Narasumber ketiga Stanly N. Taghupia, SH dengan materi Pemberdayaan Instansi Pemerintah terkait Upaya P4GN. Beberapa poin dalam rumusan dalam raker tersebut antara lain : a. Bapak Asisten 1 Pemerintah Kota Sorong akan membicarakan lahan untuk dibuatkan kantor BNNK dengan Bapak Walikota Sorong, Sekretaris Daerah serta Bappeda. b. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan akan berkoordinasi dengan BNNP Papua Barat terkait pembuatan MoU secara mandiri c. Lapas Kelas IIB kota sorong akan berkoordinasi dengan BNNP Papua Barat terkait pelatihan tenaga pengawas/penjaga tahanan yang tidak seimbang dengan jumlah tahanan. d. Dinas/Badan/Biro OPD (Organisasi Perangkat Daerah), maupun Instansi Vertikal siap menjadi Penggiat Anti Narkoba dengan kontribusi kegiatan kampanye stop narkoba dan BNNP akan membantu kirim softcopy Logo Stop Narkoba untuk diperbanyak. e. Pembinaan beberapa Daerah Rawan Narkoba di Kota Sorong (di Yohan), telah dilakukan dengan hoby yang positif (latih bola) untuk anak usia 9 tahun ke atas f. Puskesmas2 meminta bantuan bahan kampanye stop narkoba (leaflet, buku dll) bagi petugas lapangan.


Selasa, 11 Desember 2018

Rapat Kerja Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba bersama Instansi Pemerintah di Kota Sorong

Pada hari Kamis tanggal 08 Maret 2018 pukul 10.00 Wit bertempat di Belagri Hotel Kota Sorong BNNP Papua Barat Bidang Dayamas melaksanakan kegiatan Rapat Kerja Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba bersama Instansi Pemerintah dengan jumlah peserta kegiatan 40 orang perwakilan dari Instansi Pemerintah, antara lain Sekretariat DPRD Kota Sorong, Dinas Sosial Kota Sorong, Kesbangpol Kota Sorong, Dinas Kesehatan Kota Sorong, Dinas Pendidikan Kota Sorong, Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Anak, Dinas Tenaga Kerja Kota Sorong, BKKBN Kota Sorong, Kantor Agama Kota Sorong, Lapas Kls IIB Kota Sorong, Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan, Kantor Otoritas Bandara, RRI Sorong, Kelurahan Klabala, Kelurahan Klademak, RSUD Kota Sorong, Biro Pemerintahan Kota Sorong, Kantor Imigrasi Kota Sorong, Puskesmas Kota Sorong.
Kegiatan dibuka oleh Asisten 1 Pemerintah Kota Sorong (Ismail Latuconsina, S.Sos). Dalam sambutannya Beliau mengatakan bahwa dalam memerangi Narkoba kita tidak boleh mengandalkan BNN saja tetapi semua masyarakat harus turut berpartisipasi dalam memberantas Peredaran gelap dan Penyalahgunaan Narkoba dengan diawali dari lingkungan keluarga dan lingkungan kerja dan dilanjutkan dengan pemaparan materi Implementasi Permendagri No. 21 Tahun 2013 Tentang Fasilitasi P4GN Di Lingkungan Pemerintah. Narasumber kedua Drg. Indah Perwitasari, S.Kg (Kabid P2M) dengan materi Kebijakan Srategis Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya P4GN di Lingkungan Pemerintah dan Narasumber ketiga Stanly N. Taghupia, SH dengan materi Pemberdayaan Instansi Pemerintah terkait Upaya P4GN. Beberapa poin dalam rumusan dalam raker tersebut antara lain : a. Bapak Asisten 1 Pemerintah Kota Sorong akan membicarakan lahan untuk dibuatkan kantor BNNK dengan Bapak Walikota Sorong, Sekretaris Daerah serta Bappeda. b. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan akan berkoordinasi dengan BNNP Papua Barat terkait pembuatan MoU secara mandiri c. Lapas Kelas IIB kota sorong akan berkoordinasi dengan BNNP Papua Barat terkait pelatihan tenaga pengawas/penjaga tahanan yang tidak seimbang dengan jumlah tahanan. d. Dinas/Badan/Biro OPD (Organisasi Perangkat Daerah), maupun Instansi Vertikal siap menjadi Penggiat Anti Narkoba dengan kontribusi kegiatan kampanye stop narkoba dan BNNP akan membantu kirim softcopy Logo Stop Narkoba untuk diperbanyak. e. Pembinaan beberapa Daerah Rawan Narkoba di Kota Sorong (di Yohan), telah dilakukan dengan hoby yang positif (latih bola) untuk anak usia 9 tahun ke atas f. Puskesmas2 meminta bantuan bahan kampanye stop narkoba (leaflet, buku dll) bagi petugas lapangan.


Suara Masyarakat


Bagaimana cara untuk mendapatkan pelayanan rehabilitasi

Silahkan menghubungi nomor 08128620000 untuk mendapat penjelasan lebih lanjut

DATA STATISTIK BNNP PAPUA BARAT

34

Total Kasus Narkoba

37

Total Tersangka Kasus Narkoba

0

Total Pasien Penyalahgunaan

181

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

0

Jumlah Sebaran Informasi

Tautan Terkait